Inspektorat Kota Bandung Ingin Mengetahui Manajemen Pengendalian Penurunan Tingkat Kehilangan Air di PDAM Kota Malang

 

Senin, 28 Oktober 2019

Tingginya tingkat kehilangan air di PDAM merupakan salah satu masalah yang sampai saat ini masih belum terselesaikan dan belum dikendalikan secara baik. Begitu juga terjadi di PDAM Kota Bandung yang berdasar hasil audit BPKP nilai kinerja operasional di tingkat kehilangan air yang masih sangat tinggi dan bisa berdampak tidak maksimalnya pelayanan distribusi air minum ke pelanggan kota Bandung. Maka dari itu dari hasil tersebut inspektorat Kota Bandung ingin mengetahui manajemen pengendalian penurunan tingkat kehilangan air yang baik dan sudah berjalan bahkan sukses yang di terrapakan di PDAM Kota Malang, karena hingga saat ini PDAM Kota Malang yang masih konsisten menjalankan pengendalian kehilangan air dan berhasil menekan kehilangan air mencapai 20 %.

Tim dari inspektorat Kota Bandung diterima langsung oleh Manajer SDM Bapak Drs. Dody Varuna, didampingi  oleh manajer Kehilangan Air Bpk Rahmad Hadi Sasmito, SH, manajer produksi Bpk Ir.Suharjono, manajer Pengadaan Bpk. Ir. Soepranoto serta Asmen Humas Ibu Agustyah Isnaini W. SE dan spv waterbalance Bapak Gigih Yuli Asmara, ST. Kemudian dalam kunjungan nya tersebut dari inspektorat kota bandung menanyakan tentang tahapan adanya struktur organisasi bagian kehilangan air dan mendapatkan SDM yang siap di bidang kehilangan air, kemudian juga menanyakan model pengdaan barang dan jasa terkait program pengendalian kehilangan air dan terakhir best practice apa yang sangat bisa di implementasikan oleh PDAM Kota Bandung agar bisa seperti PDAM Kota Malang.

Paparan profil kehilangan air di jelaskan oleh Spv waterbalance mulai awal sebelum ada struktur organisasi sampai kondisi saat ini. Kemudian ditambahkan pula oleh manajer SDM bahwa kunci agar program bisa berjalan adanya dukungan komitmen dari top manajemen (direksi) serta diterapkan KPI pegawai, dimana semua pegawai wajib menyelesaikan tugasnya dengan target waktu tertentu, bila tdk sesuai maka akan berpengaruh dengan tunjangan kinerja nya samapiberjenjang ke atasannya. Selain itu investasi dalam program penurunan kehilangan air yang cukup tinggi perlu adanya peran APBN, APBD, dan swasta (investor), kalau di kota malang anggaran biaya dari APBN dan APBD.  Kemudian kesiapan infrastruktur di IT juga perlu di perhatikan karena dalam manajemen pengendalian kehilangan air akan sangat banyak data yang dipantau, diolah dan dianalisa.

Di sesi akhir Tim Inspektorat Kota Bandung langsung diajak ke TCC (TWUIN Command Center) PDAM Kota Malang untuk melihat langsung SCADA SPAM serta aplikasi portal TWUIN dan bisa berdiskusi langsung dengan operator SCADA tentang operasionalnya serta peranya dalam pengendalian kehilangan air di Kota Malang, karena untuk saat ini TCC PDAM Kota Malang sudah beroperasi selama 24 jam. Senajutnya kunjungan diakhiri dengan foto bersama di TCC.

 

humas PDAM Kota Malang